Melayani di Kala Pandemi

Pandemi COVID-19 merupakan salah satu berita “hot” dari awal tahun 2020. Bagaimana tidak? pandemi ini membuat begitu banyak kegiatan manusia terhambat bahkan terhenti. Ribuan orang kehilangan pekerjaan, tutupnya sekolah dan pusat perbelanjaan, hingga terhentinya kegiatan keagamaan yang menjadi konsekuensi dari timbulnya pandemi ini.

Dampak pandemi juga turut dirasakan oleh MAGIS Jakarta. Pertemuan bulanan yang biasanya tatap muka berubah menjadi pertemuan dalam jaringan (daring). Mungkin bagi sebagian orang tidak menjadi masalah karena mereka sudah terbiasa, sebagian yang lainnya harus beradaptasi dengan kebiasaan baru yang diterapkan. Tak terkecuali dengan adaptasi yang dilakukan oleh pilar Service untuk bisa melayani dengan keterbatasan yang ada.

Tahun ini, pilar Service mengambil motto “Handy” yang berarti siap menjadi “kepanjangan tangan Tuhan” dalam melaksanakan kehendak-Nya. Tentu hal ini menjadi sebuah tantangan di kala pandemi karena segala aktivitas yang melibatkan kontak fisik antar manusia sebaiknya dibatasi bahkan cenderung dihindari demi menghambat penyebaran virus. Lalu, bagaimana cara pilar Service tetap bisa melayani meski hampir semua kegiatan rutin seperti perbul, live in, MAGIS Action Day (MAD) terhambat?

Jawabannya adalah dengan tetap bersikap terbuka dan kreatif terhadap segala kemungkinan yang ada. Sejarah membuktikan semua kesulitan yang dialami manusia semakin membawa manusia tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tentu saja karena akal budi dan sikap pantang menyerah yang manusia miliki sebagai modal dasar dalam menghadapi berbagai kesulitan. Kita percaya kesulitan-kesulitan yang kita semua hadapi adalah batu loncatan untuk bisa jadi spesies yang unggul di alam ini.

Meski tangan secara fisik tidak mampu berbuat banyak dikarenakan terbatasnya interaksi fisik dengan sesama, tangan yang sama tetap mampu membantu dengan menjadi “tangan-tangan daring” yang terbuka untuk membantu siapapun. Syukur kepada Tuhan meski ditengah pandemi kami masih bisa membantu lewat beberapa karya yang telah dan masih dilakukan antara lain Beasiswa MAGIS yang masih tetap berjalan, memberikan link meeting melalui aplikasi Zoom untuk perbul, dan merencanakan kurikulum pengajaran untuk kelak
membantu mereka yang terdampak karena sekolah belum bisa
mengadakan pertemuan tatap muka.

Mengutip sebuah ayat dalam Kitab Suci ;

Cerdik seperti ular, tulus seperti merpati (bdk. Mat 10 : 16)

 

 

Itulah yang kurang lebih kami rasakan dan kami alami sepanjang melayani di tengah pandemi. Bagaimana kami akhirnya memutar otak dan berusaha untuk tetap bisa membantu sesama sambil terus berdoa agar pandemi ini cepat usai. Pandemi ini juga kembali mengingatkan kami bahwa perbul, live in, dan sebagainya adalah sebuah sarana yang dalam menggunakan sarana tersebut kami harus lepas dan bebas agar tujuan akhir dari sarana tersebut tercapai : demi kemuliaan-Nya yang lebih besar lagi.

 

 


Alfredo Oliver Batu

Adalah seorang keturunan Toraja-Manado yang lahir dan besar di Tangerang Selatan. Bergabung dengan Magis Jakarta dalam formasi angkatan 2018. Saat ini menjalani kesibukan sebagai pegawai laboratorium di salah satu perguruan tinggi negeri. “Menjadi manusia seutuhnya yang memberikan pengaruh positif bagi orang di sekitarnya” adalah hal yang akan terus ia berusaha hidupi dalam terang Ignasian sebagai koordinator pilar Service 2020.
Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *