Sejarah Komunitas

MAGiS adalah program pengolahan hidup bagi orang muda berbasis Spiritualitas Ignatian. Keberadaan magis di indonesia dimulai dari program yang dirangkaikan dengan World Youth Day di Sidney, Australia Juli 2008, sehingga awal dari magis indonesia adalah magis08. Program semacam ini sudah terlaksana sejak WYD di Paris, Roma, Toronto dan Cologne (MAGiS05).

Magis Indonesia ada di Jakarta dan Yogyakarta dengan total anggota lebih dari 200 orang sejak dimulainya di tahun 2008. Magis terlaksana berkat kerjasama lima Konggregasi yang menghidupi spiritualitas Ignasian yaitu Society of Jesus (SJ), Faithful Companions of Jesus (FCJ), Society of the Sacred Heart (RSCJ), Loreto Sisters (IBVM) dan Religius sisters of Charity (RSC). Program ini diperkenalkan di Indonesia oleh Edward Shuttleworth (koordinator program) dan Jenni Winters (direktur pembinaan) pada bulan Maret 2007.

Program Magis Jakarta sendiri mulai diadakan lagi semenjak tahun 2011. Pertama kali diadakan di tahun 2008 magis berada di bawah naungan PMKAJ Selatan. Ketika kembali diadakan, magis menjadi salah satu kegiatan OMK Paroki St Anna, Duren Sawit. Peserta yang mengikuti magis, ternyata tidak hanya berasal dari Paroki St. Anna tetapi juga dari paroki-paroki lain yang tersebar di Jakarta. Mempertimbangkan hal tersebut, Program Magis Jakarta kemudian mulai rutin diadakan di Sekolah Kanisius, Menteng; hingga saat ini.

Dasar Komunitas maGis

  • Spiritualitas (Spirituality)

Menyadari kehadiran Allah dalam hidup, memahami tujuan hidup, dan membantu mempertimbangkan bagaimana caraku menanggapiNya.

  • Persaudaraan (Companionship)

Membangun ikatan “kawan seperjalanan” sebagai satu komunitas.

  • Pelayanan (Service)

Melayani sesama tanpa pamrih dengan membangun persaudaraan sejati.

Pilar maGis :
Mengenal, Mencintai, Mengikuti
(to Know, to Love, to Follow)

Makna : Mengenal Tuhan dalam hidupmu, to Know
Tujuan : Membangun hubungan yang erat dengan Yesus, to Love
Arah : Mengembangkan perasaan kita yang terpanggil menanggapi Kasih Tuhan, to Follow

Comments are closed