Kegiatan Magis

Latihan Rohani di mana Spiritualitas Ignasian ada di dalamnya merupakan warisan Gereja yang hingga saat ini masih aktual untuk membantu siapa pun untuk menemukan makna hidup dan menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah-tengah globalisasi ini, banyak orang, terlebih kaum muda, menghadapi kebingungan akan orientasi hidup. Begitu banyak tawaran yang senantiasa dihadapinya. Manakah tawaran yang sungguh membawa kebahagiaan sejati itu? Spiritualitas Ignasian yang pada dasarnya adalah spiritualitas kaum awam, mampu membantu menemukan jawabnya. Juga di zaman globalisasi ini.

Magis Jakarta

Apa itu Spiritualitas Ignasian?

Untuk menjawab pertanyaan itulah program Magis ini diadakan. Di bawah ini dipaparkan secara ringkas bagaimana program Magis dilaksanakan. Seluruh bahan disusun sedemikian rupa sehingga dinamika yang dihasilkannya pun memudahkan kita untuk dapat memahami dan menghidupi Spiritualitas Ignasian.

Pertemuan Bulanan

Pertemuan bulanan. Sebulan sekali bertemu bersama untuk pengolahan. Rundown acara dapat dilihat dalam setiap pertemuan bulanan. Sekalipun demikian, kurang lebih acara pertemuan bulanan adalah sebagai berikut:

  1. Latihan doa dasar
  2. Sharing dalam soul group tentang pengolahan pribadi yang telah dijalankan selama 1 bulan dan juga mensharingkan aksi pribadinya
  3. Benang merah sharing kelompok sekaligus menegaskan kembali bahan yang telah diolah di bulan sebelumnya
  4. Puncta bahan baru sesuai dengan materi
  5. Pengolahan pribadi sesuai dengan materi
  6. Ibadat/Misa
  7. Makan siang
  8. Examen
  9. Magis circle. Sharing atas pengolahan materi
  10. Serba-serbi iman
  11. Puncta singkat bahan berikutnya dan home work

***

  • Percakapan rohani. Dalam pertengahan bulan, peserta membuat janjian dengan pendamping/sahabat rohani masing-masing untuk mengadakan colloqium/percakapan rohani. Colloquium menjadi sarana pendamping/sahabat rohani untuk membantu peserta dalam menjalankan pengolahan pribadi.

 Koor Magis

  • Aksi pribadi. Seluruh magis-ers membuat aksi pribadi yang positif, sederhana, konkret dan dapat dilakukan. Salah satu tujuan aksi pribadi adalah mengembangkan keutamaan dengan cara melakukan apa yang tidak kusukai, apa yang kuhindari. Bukan yang kusukai. Supaya dengan aksi pribadi itu, aku semakin berkembang dalam keutamaan. Misalnya: secara pribadi mengunjungi orang sakit (teman atau orang lain), membantu sesuatu di rumah (buka pintu garasi, cuci piring, bersih bak mandi, dsm), atau membaca buku rohani/inspirasional dan motivasi dan merangkumnya singkat untuk disharingkan, dll. Aksi pribadi dilaksanakan selama kurun waktu 1 bulan. Refleksi atas aksi itu disharingkan secara singkat dalam soul group sebelum input bahan baru. Isinya: Apa aksi pribadiku? Berhasil atau tidak? Apa yang kurasakan dan kutemukan?

Comments are closed