Komunitas Magis

Komunitas Magis

Komunitas Magis

Komunitas Magis adalah sekumpulan Orang Muda Katolik yang belajar mengenal dan menghidupi Spiritualitas Ignasian dalam kesibukan sehari-hari. Di komunitas ini kami belajar mengenal Tuhan, mendalami iman katolik dan berbagi pada sesama dengan semangat magis.

Magis adalah kata dari bahasa latin yang berarti lebih. Magis adalah salah satu semangat spiritualitas Ignasian yang berarti melulu memilih yang lebih demi semakin luasnya pelayanan dan semakin besarnya kemuliaan Allah. Spiritualitas Ignasian adalah cara hidup dan cara berelasi dengan Allah yang diwariskan oleh St. Ignatius Loyola. St. Ignasius mengajarkan kepada kita untuk memandang dunia dengan mata Yesus Kristus. Cara pandang ini membantu untuk memahami bahwa asal dan tujuan hidup kita adalah Allah, Sang Pencipta. Bagi Ignatius semua ciptaan yang ada di dunia adalah sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Selanjutnya, di hadapan aneka sarana tersebut kita diajak untuk meneliti keinginan-keingingan pribadi lalu mempertimbangkan dan memilih sarana yang sesuai dengan kehendak Allah. Intinya adalah, kita diajak untuk ”mengatur hidup”.

Anggota Komunitas Magis terdiri dari OMK yang berusia antara 18 – 30 tahun. Program pendampingan Magis sendiri bertujuan untuk membentuk generasi muda gereja dan Indonesia berdasar pada Spiritualitas Ignasian.

Sungguh menjadi kebahagiaan bagi kami bahwa masih ada rekan-rekan muda yang punya minat terhadap pengolahan diri melalui olah kerohanian dan olah kepemimpinan. Mereka merupakan kader-kader aktif di paroki maupun di kampus masing-masing. Lebih dari itu mereka adalah kader-kader Gereja dan Bangsa. Kesanggupan mereka yang tanpa pamrih kiranya perlu kita dukung. Kami sangat berharap bahwa kaum muda ini dapat menjadi inspirator dalam gerak kehidupan menggereja dan memasyarakat kini dan di masa depan.

Semoga program yang kami persiapkan dan jalankan ini dapat membuahkan hasil seperti yang diharapkan yakni munculnya orang-orang muda yang lebih berkompeten, berkepedulian sosial dan berhati nurani. Merekalah kader-kader generasi pembaharu yang siap terjun dalam kancah zaman ini.
Ite Inflammate Omnia!

Pergilah, Kobarkanlah Semua!

“Untuk mengubah dunia hanya dibutuhkan KESANGGUPAN.
Sekalipun kesanggupan itu datangnya hanya dari 1 (satu) orang saja:
KESANGGUPANKU”

Comments are closed